Serial OJQ : Mencari Bunga-Bunga

“Ayo baca buku sama Ibu,” ajak Ibu sambil merengkuh Jela dan adiknya, Qiya. 
“Asik!” seru Jela dan Qiya bersamaan. Keduanya patuh mengikuti Ibu duduk bersebelahan di paha kanan dan kiri Ibu. 
“Kali ini kita baca buku yang kemarin baru dibeli. Judulnya ‘Bila Aku Bosan’ karya Tascha Liudmila. Dengarkan baik-baik ya.” pinta Ibu. 
“Siap Ibu,” sahut Jela.
“Okeee!” seru Qiya.

Ibu pun asyik membacakan buku pada Jela dan Qiya. Begitu juga Jela dan Qiya asyik mendengarkan Ibu membacakan buku cerita. Sesekali mereka tertawa bersama saat cerita sedikit lucu. Sesekali Ibu berhenti membacakan cerita, karena menjawab pertanyaan Jela dan Qiya. Pada halaman tertentu mereka berhenti membaca dan sibuk mengamati gambar-gambarnya. 

Begitulah keasyikan mereka hingga buku selesai dibacakan. 

“Akhirnya selesai!” seru Ibu. 
“Bagaimana bukunya, seru kan. Jadi begitu Jela, Qiya. Kalau merasa bosan apa yang dilakukan?” tanya Ibu. 
“Membantu Ibu, naik sepeda bersama adik, bersih-bersih, apalagi ya..” jawab Jela. 

“Pokoknya jangan menyerah pada kejenuhan. Bila bosan, temukan harapan. Buatlah kejutan. Ciptakan permainan dan nikmati keajaiban,” ujar Ibu. 
“Begitulah yang disampaikan di bukunya Kak Tascha,” jawab Ibu lagi. 
“Jadi tidak boleh merasa bosan ya,” pinta Ibu. 
“Siap, Ibu!” jawab Jela dan Qiya bersamaan. 
“Sekarang boleh bermain yang lain ya, main di halaman rumah saja jangan ke jalan ya.” pesan Ibu. 
Kedua gadis cilik itu mengangguk lalu berlari ke halaman rumah. 

**

Beberapa saat kemudian, saat Ibu sedang sibuk bersih-bersih di dapur datanglah dua gadis ciliknya saling berlarian memeluk Ibu. 
“Ibu, bosan,” kata Jela. 
“Iya, kita bosan. Gimana dong?” adu Qiya.
Ibu hanya tersenyum mendengarkan aduan dua gadis ciliknya. 

“Lho, tadi kan sudah dibilangin kalau bosan bagaimana?” tanya Ibu.
“Iya, tapi tetep bosan,” adu Jela.
Ibu tersenyum dan tampak berpikir. “Bagaimana kalau Ibu kasih tantangan?” ucap Ibu.
“Tantangan, apa itu?” tanya Jela.
“Tantangannya adalah, Jela dan Qiya berpetualang di belakang dan di sekitar rumah mencari bunga-bunga warna warni. Ada yang berwarna ungu, kuning, merah dan cari daun-daun kecil. Nanti kita bikin kolase dari bunga-bunga itu. Bagaimana?” tawar Ibu. 
“Oke. Ayo Qi, kita bawa keranjang satu-satu,” ajak Jela. 
“Ayoooo. Lesgooo!” seru Qiya. 
“Kalian berangkat dulu, nanti Ibu nyusul,” kata Ibu.
“Oke, Ibu!” seru Jela dan Qiya.

Dua gadis kecil itu berlarian mengambil keranjang masing-masing. Memakai topi dan sandal lalu berlarian ke halaman samping. Ibu mengawasi dari dapur sambil menyelesaikan pekerjaannya. 

Dua gadis cantik itu telah sampai di samping rumah. Di samping rumah terdapat banyak tanaman liar yang sedang berbunga warna ungu yang cantik. 

“Wah lihat! Bunganya banyak sekali dan cantik-cantik.” kata Jela. 
“Wah, cantiknya,” kata Qiya. 
Keduanya asyik melihat-lihat bunga lalu memetik bunga-bunga berwarna ungu tersebut. Sampai-sampai tidak sadar kalau Ibu sudah datang di belakang keduanya. 

“Sudah dapat banyak ya?” tanya Ibu. 
“Jangan dipetik semua, buat besok lagi. Biar bunga-bunga ini nanti tumbuh lagi,” kata Ibu. 

“Bunganya cantik ya Bu,” kata Jela. 
“Iya. Namanya bunga Kencana Ungu, makanya berwarna ungu,” jawab Ibu. 
“Lihat bentuknya memanjang seperti lonceng, dan terbuka di bagian depan menghadap ke atas,” terang Ibu. 
“Meskipun ini bunga liar seperti tanaman liar yang tidak terawat, tapi bunga ini ada manfaatnya,” jawab Ibu. 
“Oh, ya. Apa manfaatnya?” tanya Jela. 
“Salah satunya untuk obat kanker, diabetes, hipertensi dan lainnya. Semua yang ditumbuhkan Alloh di muka bumi pasti ada manfaatnya,” kata Ibu.
“Ingat-ingat ya, tidak ada yang tidak bermanfaat. Hanya saja manusia biasanya belum tahu manfaatnya,” lanjut Ibu.
 
“Tapi bunga ini boleh buat mainan kan Bu?” tanya Jela. 
“Boleh,” kata Ibu.
“Ayo kita petik bunga yang warna merah dan kuning di belakang. Biar nanti kolasenya warna-warni,” kata Ibu. 

Akhirnya Ibu, Jela, dan Qiya berpindah ke belakang rumah memetik bunga Soka merah dan bunga Daisy warna kuning yang tumbuh liar di belakang rumah. 

Setelah bunga-bunga terkumpul ibu mengajak Jela dan Qiya membuat kolase bunga-bunga. Ibu menyiapkan bahan-bahan membuat kolase. Sementara itu Jela dan Qiya menunggu Ibu sambil menikmati es lilin kacang hijau buatan Ibu. 

“Gimana petik bunganya, seru tidak?” tanya Ibu. 
“Seru Bu!” jawab Jela dan Qiya serempak.
“Masih merasa bosan?” tanya Ibu. 
“Tidak,” jawab Jela dan Qiya. 

***
Bunga Kencana Ungu
Sumber gambar : health.indonesia.id

Bunga Soka Kecil
Sumber gambar : bibitbunga.com

Bunga Daisy Kuning
Sumber gambar : pixabay.com

Komentar

Postingan Populer