Makanan Bergizi Ala Ibu (Part 1)

 Bisakah seorang ibu menyajikan makanan bergizi seimbang setiap hari? Bisa! Sangat bisa.


Makanan Bergizi Era MBG

Sejak diberlakukannya program unggulan pemerintah Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis, gizi menjadi hal yang sangat riuh diperbincangkan banyak pihak. Semua pihak ikut berpikir, ikut membaca, ikut belajar, bagaimana sih gizi seimbang itu? 

Belajar gizi tentu saja ada pendidikan formalnya. Untuk menjadi seorang nutritionist, ada pendidikan jenjang S1 sampai S3. Bahkan harus menempuh profesi jika menginginkan praktik menjadi ahli gizi. 

Seorang ibu harus menempuh profesi ahli gizi? Tentu saja tidak! Hari ini, belajar gizi seimbang untuk skala rumah tangga, bisa melalui sosial media atau akun seorang nutritionist yang kerap bagi-bagi ilmu. Darisanalah para ibu bis abelajar sedikit soal gizi makanan.

Program MBG digagas pemerintah dengan uang APBN. Dimana setiap menu makannya harus lolos kurasi seorang ahli gizi. Jadi, dipastikan, semua makanan yang dimasak hari itu memiliki gizi seimbang. Secara aturan main harus seperti itu. 

Makanan Bergizi Ala Ibu Rumahan

Untuk menyajikan gizi seimbang yang memenuhi tuntutan standar gizi, tentu saja harus punya anggaran yang stabil dan bisa jadi tidak sedikit. Sedangkan tidak setiap ibu memiliki anggaran rumah tangga yang sama. Bahkan, masih banyak yang dibawah layal untuk memenuhi standar gizi seimbang. Bisa makan saja sudah syukur. 

apakah ibu bisa mneyajikan makanan bergizi di rumah dengan anggaran minim? Tentu bisa! Dengan catatn tidak semua gizi terpenuhi secara lengkap setiap hari. Ada hari-hari tertentu dimana makanan bergizi disajikan. Adapula hari-hari dimana makanan bergizi tidak bisa disajikan. 

Apakah hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan keluarga? Tidak pasti. Tentunya dilihat dulu makanan  apa yang disajikan. 

Ibu-ibu era dulu juga mengalami pememnuhan gizi yang tidak pasti. Namun, mereka bisa melewatinya dengan memanfaatkan makanan yang ada di sekitar. makanan yang tumbuh di sekitar lingkungan. Seperti umbi-umbian, dedaunan, buah-buahan, dan makanan alami lainnya.   

Apakah itu semua memnuhi gizi seimbang? Tentu saja belum. Namun, poinnya adalah, makanan yang dikonsumsi masih dalam jangkauan makanan sehat. Real food bukan junk food. Serta masih sedikit sekali makanan yang disertai bumbu pengawet. Bahkan, era dulu pengawetan makanan pun secara alami.  

Keuntungan-keuntungan inilah yang menjadikan makanan ibu-ibu era dulu masih tergolong baik meski tdak memenuhi gizi secara maksimal. Nyatanya orang era dul memiliki rentang usia yang oanjang, salah satu alasannya yakni, jenis makanan yang dimakan sangat alami atau real food. 


Komentar

Postingan Populer