Ibu dan Keluarganya
Harta yang paling berharga adalah keluarga.
Istana yang paling indah adalah keluarga.
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga.
Mutiara tiada tara adalah keluarga.
Ingat penggalan lagu di atas? Lagu yang in tahun 90an sebagai sountrack sinetron keluarga cemara. Legend pada zamannya dan mungkin sekarang masih juga legend. Lagu sederhana tapi banyak pesannya.
Buat saya yang sekarang sudah menjadi ibu, lagu itu pun masih memorable. Meski lagu itu saya dengar saat masa kecil saya, nyatanya masih enak dan terasa maknanya hingga sekarang.
Anak-anak sekarang punya lagu yang puitik dan memorable gak ya?
Selain konteksnya benar-benar pas dengan kondisi yang umumnya dimiliki tiap orang, syair lagu ini pun sangat puitik hingga mudah diingat. Syair sederhana tapi mengena. Diksi dan pemilihan katanya ciamik. Manis dan cantik.
Setelah memiliki anak dan suami, posisi keluarga makin terasa berarti. Anak dan suami menjadi keluarga terdekat dan terpenting.
Bagaimana tidak?
Setiap hari bersinggungan dengan anak dan suami menjadikan mereka dunia seorang ibu, salah satu hal penting yang tiap hari ada di pikiran seorang ibu. Mulai dari makanannya, pakaian, jam mandi, jam main, jam tidur, jam belajar dan sebagainya.
Itulah mengapa seorang perempuan saat sudah berkeluarga apalagi punya anak, seolah tak memiliki dunianya sendiri. Dunianya ada seputar anak dan suami, satu-satunya keluarga inti yang dimiliki.
Satu sisi terlihat egois, perempuan terampas dunianya. Namun, disisi lain, justru perempuan menjadi pihak yang beruntung. Menjadi ibu artinya menjadi penopang kehidupan lahir dan batin anak dan suami.
Lahir batin yang terawat, menjadikan anak tumbuh kembang dengan baik dan itu semua salah satu jasa tak kasat mata seorang ibu. Itu baru satu hal. Ada banyak hal lain yang menjadi andil sentuhan tangan seorang ibu.
Makanan yang dimasak lalu dimakan, menjadikan anak dan suami sehat seharian. Minuman yang dimasak dan disiapkan, menjadikan penopang hidup seharian. Dan lainnya.
Terlihat sederhana, tapi tentu saja tak sesederhana itu.
Itulah mengapa, posisi ibu menjadi sentral dan sangat penting dalam kehidupan semua orang. Ibu membuat pondasi kehidupan seseorang. Ibu pula yang menjadi ruh dalam sebuah keluarga. Semuanya berkat jasa seorang ibu. Seorang perempuan.
Lalu, masihkah butuh alasan mengapa harus memuliakan perempuan?


Karena الام ابو الروح والاب ابو الجسم
BalasHapusIbu adalah bapaknya ruh sedangkan bapak adalah bapaknya jism.
Wah terimakasih pencerahannya Bapak terdaebak pokoknya.
Hapus"God knew what He was doing when He made you a mother. He knew you'd be the best one ever."
BalasHapus